Konon, ada seekor burung buruk rupa, bulunya hitam, meranggas dan kusam. Suatu hari, dia berdoa kepada Tuhan, agar diberikan bulu yang lebih cemerlang. Tuhan mengabulkannya. Tidak puas, dia minta lagi bulu warna-warni. Tuhan mengabulkannya. Apa mau dikata, burung ini tetap tidak puas. Dia minta agar sayapnya gagah macam rajawali, terbang tinggi, juga dikabulkan Tuhan. Punya mata laksana elang, juga dikabulkan. Dia tidak mau kalah dari burung-burung lain. Dia harus nomor satu. Hingga suatu hari, dia minta pada Tuhan, agar pagut atau paruhnya terbuat dari emas. Tuhan pun mengabulkannya. Tapi nahas itu menjadi bumerang baginya.
Dari anak desa yang ingin mewujudkan cita-cita orang tuanya dan karena sifat ambisiusnya, perjalanan hidup Imran terus meningkat hingga akhirnya berhasil memiliki pencapaian. Sayangnya, Imran tidak pernah puas dengan pencapaiannya, ia ingin lebih, lebih, dan lebih lagi.
Akankah nasibnya pun akan sama seperti burung berpagut emas, jatuh karena ambisi yang tidak mengenal batas?
SEGERA TERBIT JULI 2024
#kubusmediagroup #savanabooks #burungberpagutemas
